BEKALI MAHASISWA BARU, TEKNIK SIPIL GELAR KULIAH PERDANA

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Surabaya
 

“Dalam melakukan manajemen proyek, butuh 3 kemampuan dasar yang harus dimiliki: kemampuan engineering, alat dan teknologi serta kemampuan manajemen,” terang Galih Seta Lazuardhi, ST., MT., dihadapan mahasiswa baru program studi Teknik Sipil, Senin (16/9). Galih menjelaskan bahwa dalam manajemen proyek dibutuhkan kemampuan engineering, yakni pemahaman penggunaan metode yang akan digunakan yang kemudian didukung dengan adanya alat dan teknologi. Selain itu, kemampuan manajemen seperti biaya, mutu dan waktu juga dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek.

Disampaikan oleh Galih, selain memperhatikan biaya, mutu dan waktu atau yang disingkat BMW, keselamatan kerja menjadi salah satu hal yang juga perlu menjadi perhatian. Penerapan prinsip K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) di proyek sangat perlu diperhatikan. “Safety first menjadi hal penting lainnya yang harus diperhatikan. Gunanya untuk mencegah kecelakaan kerja maupun peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja,” jelasnya.

Pemaparan lengkap mengenai manajamen proyek tersebut, disampaikan oleh Galih dalam kuliah perdana bertajuk “Peran Manajemen Konstruksi”. Bertempat di meeting room gedung Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani, seluruh mahasiswa baru prodi Teknik Sipil diberikan bekal untuk mengetahui lebih detail salah satu rekayasa dalam bidang Teknik Sipil, yakni manajemen konstruksi. Sebelumnya, peserta kuliah mendapat pengantar materi dari sejumlah dosen Teknik Sipil Untag Surabaya.

“Dalam Teknik Sipil, kan, ada lima rekayasa, yaitu struktur, tanah, air, transportasi dan manajemen konstruksi. Jadi dosen Teknik Sipil memberikan pengantar lebih dahulu. Namun, dalam kuliah perdana ini lebih menekankan mengenai manajemen konstruksinya. Jadi memberikan pengetahuan kepada mereka tentang manajemen konstruksi itu seperti apa dalam perkuliahan bahkan juga dalam praktiknya,” jelas Michella Beatrix, ST., MT., salah satu dosen Teknik Sipil Untag Surabaya.

Adanya kuliah perdana ini, dosen yang akrab disapa Beatrix ini berharap kedepan mahasiswa baru nantinya akan lebih siap menghadapi perkuliahan. Serta mahasiswa lebih siap menentukan bidang atau rekayasa apa yang akan mereka pilih nantinya. “Harapannya nantinya mereka tau cenderung cocok ke rekayasa yang mana meski peminatan bidang ini nanti baru bisa dipilih ketika semester akhir,” ujarnya. (ua)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar